Pernikahan adat Batak Toba: tahapan dan undangan
Ringkasan tahapan pernikahan adat Batak Toba menurut dua penelitian, termasuk pada tahap mana undangan dibahas, dan apa yang perlu Anda tanyakan ke keluarga.
Ringkasan tahapan pernikahan adat Batak Toba menurut dua penelitian, termasuk pada tahap mana undangan dibahas, dan apa yang perlu Anda tanyakan ke keluarga.

Menurut sebuah penelitian komunikasi pada komunitas Batak di Jabodetabek, undangan termasuk yang dibahas keluarga pada tahap marhata sinamot dalam pernikahan adat Batak Toba, bersama mahar dan ulos. Tulisan ini merangkum apa yang dikatakan dua penelitian tentang tahapan itu, dan menandai apa yang tidak kami temukan, supaya Anda tahu apa yang perlu ditanyakan ke keluarga sebelum menyiapkan undangan.
Poin utama
- Dua penelitian yang kami baca menyebut rangkaian tahapan yang sama, dari mangaririt sampai ditaruhon jual. Konfirmasikan ke keluarga Anda tahapan mana yang akan dijalani.
- Marhusip membicarakan hari, tanggal, tempat, dan sinamot. Marhata sinamot membahas mahar, undangan, dan ulos.
- Siapa yang mengantar undangan dan bagaimana caranya tidak kami temukan di sumber yang kami baca.
- Kami tidak menemukan sumber tentang pernikahan Karo, Mandailing, atau Simalungun, jadi tulisan ini hanya tentang Batak Toba.
Keduanya bukan panduan resmi adat. Keluarga Anda dan tetua adat yang paling tahu kebiasaan di keluarga Anda.
Kedua penelitian menyebut rangkaian berikut: mangaririt, mangalehon tanda, marhusip, martumpol, marhata sinamot, martonggo raja, manjalo pasu-pasu parbagason (pemberkatan di gereja), ulaon unjuk (pesta adat), mangihut di ampang, dan ditaruhon jual.
Pihak yang terlibat, menurut penelitian pertama, adalah keluarga inti mempelai laki-laki, tulang (saudara laki-laki ibu, menurut penelitian itu), keluarga inti mempelai perempuan, dan dongan sahuta. Penelitian kedua menempatkan martumpol dalam kerangka Dalihan Na Tolu, dan menyebut bahwa martumpol menyatukan dua marga.
Penelitian pertama menyebut marhusip berlangsung sebelum hari pernikahan, di kediaman mempelai perempuan. Yang dibicarakan adalah hari, tanggal, tempat, dan sinamot (mahar). Karena tanggal dibicarakan di tahap ini, tanyakan ke keluarga kapan tanggal pastinya sebelum Anda menyiapkan undangan.
Pada tahap marhata sinamot, penelitian yang sama menyebut bahwa keluarga membahas mahar, undangan, dan ulos yang diberikan pihak laki-laki (paranak) kepada pihak perempuan (parboru). Sumber yang kami baca tidak menjelaskan siapa yang menulis atau mengirim undangan itu.
Penelitian kedua menggambarkan martumpol sebagai pertunangan yang diumumkan kepada jemaat gereja. Pada jemaat HKBP yang dibahasnya, rencana pernikahan diumumkan dua kali Minggu atau lebih sebelumnya, sekitar 15 hari atau lebih sebelum pernikahan menurut penelitian itu. Penelitian itu juga mencatat bahwa di Bandung marhata sinamot dilakukan pada hari yang sama dengan martumpol, sedangkan di kampung halaman keduanya dilakukan pada hari berbeda.
Kami tidak menemukan sumber tentang undangan digital dalam adat Batak Toba. Pertanyaan berikut dapat Anda bawa ke keluarga inti dan tulang:
Bila acara Anda terdiri dari beberapa bagian, misalnya pemberkatan di gereja dan pesta adat, di SeumurHidup setiap acara memiliki jam, zona waktu, dan tempatnya sendiri. Untuk menyusun daftar tamu dari dua keluarga, lihat cara membuat daftar tamu untuk dua keluarga. Untuk gambaran undangan secara umum, baca panduan undangan digital pernikahan.
Coba satu desain dengan nama Anda berdua, atau lihat dulu template yang tersedia.
Pendaftaran belum dibuka. Coba desainnya sekarang, lalu masuk daftar tunggu agar kami kabari saat dibuka.
Alat gratis:Kalkulator anggaranChecklist pernikahan