SeumurHidupKabari saya
Kembali ke blog

Cara menyusun budget pernikahan, langkah demi langkah

Cara menyusun anggaran pernikahan: tentukan batas, daftar pos, bandingkan penawaran, sisihkan dana cadangan, dan catat pembayaran agar tidak melebihi rencana.

3 menit baca

Menurut kami, budget pernikahan paling mudah disusun dari batas ke bawah: tentukan total dana yang aman dipakai, bagi ke pos-pos besar, lalu cocokkan dengan penawaran nyata. Susun dalam satu lembar kerja yang bisa dibaca kedua keluarga, dengan kolom rencana dan kolom kenyataan. Kami sengaja tidak menyebut persentase baku per pos, karena kami tidak menemukan sumber resmi yang menyatakannya.

Poin utama

  • Mulai dari total dana yang tersedia dan sumbernya, bukan dari daftar keinginan.
  • Catat dua angka untuk setiap pos: rencana dan kenyataan. Selisihnya memberi tahu kapan harus menyesuaikan.
  • Sisihkan dana cadangan untuk hal yang tidak terduga. Besarnya Anda tentukan sendiri sesuai kenyamanan.
  • Jumlah tamu memengaruhi beberapa pos sekaligus. Daftar tamu yang pasti mengurangi ketidakpastian di pos-pos itu.

1. Tentukan total dana dan sumbernya

Tulis berapa yang bisa dikeluarkan dari tabungan kedua mempelai, kontribusi keluarga, dan sumber lain. Pisahkan dana yang sudah ada dari dana yang masih dijanjikan. Hindari menutup kekurangan dengan utang. Otoritas Jasa Keuangan sendiri menerbitkan buku saku pengelolaan keuangan bagi calon pengantin dan menyatakan bahwa calon pengantin sebaiknya memiliki pengetahuan keuangan yang cukup sebelum memasuki fase berkeluarga (OJK, 2021). Kami belum membaca isi buku sakunya, jadi tidak mengutip angka dari sana.

2. Daftar pos pengeluaran

Pos yang bisa Anda masukkan:

  • Tempat dan katering.
  • Rias dan busana.
  • Dokumentasi.
  • Dekorasi dan hiburan.
  • Undangan dan suvenir.
  • Administrasi pernikahan, misalnya biaya di KUA (lihat syarat daftar nikah di KUA).
  • Transportasi dan akomodasi keluarga.
  • Rangkaian adat, bila ada, seperti seserahan atau sesi lamaran.
  • Dana cadangan.

3. Hitung dari jumlah tamu

Sebagian pos dihitung per orang atau per porsi. Gunakan jumlah tamu yang sudah disepakati kedua keluarga (cara membuatnya), lalu hitung dua skenario: jumlah undangan dan jumlah yang kemungkinan hadir. Tanyakan ke katering apakah harga dihitung per porsi yang dipesan atau per tamu yang hadir.

4. Bandingkan penawaran tertulis

Minta penawaran tertulis dari lebih dari satu penyedia dengan rincian yang sama: apa yang termasuk, apa yang tidak, biaya tambahan, dan jadwal pembayaran. Bandingkan isi paket, bukan hanya angka akhir. Satu paket yang tampak murah bisa kehilangan item yang di paket lain sudah termasuk.

5. Catat uang muka dan pelunasan

Tanyakan kepada setiap penyedia apakah ada uang muka, pembayaran bertahap, dan tanggal pelunasan. Catat tanggal jatuh tempo di kalender bersama. Simpan bukti pembayaran. Kolom kenyataan di lembar kerja Anda diisi dari bukti ini.

6. Sisihkan dana cadangan

Biaya bisa bertambah belakangan, misalnya karena tambahan tamu, perubahan jadwal, atau biaya transportasi. Sisihkan sebagian dana yang tidak dialokasikan sejak awal. Berapa besarnya, Anda tentukan sesuai kenyamanan dan tidak ada angka resmi yang bisa kami rujuk.

7. Tinjau setiap bulan

Duduk bersama setiap bulan, bandingkan rencana dan kenyataan, dan putuskan pos mana yang dikurangi bila ada yang melampaui. Keputusan yang diambil bersama menghindarkan salah paham di dekat hari acara.

Sumber

  • OJK, "Buku saku cerdas mengelola keuangan bagi calon pengantin", 20 Desember 2021: https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Buku-Saku-Cerdas-Mengelola-Keuangan-Bagi-Calon-Pengantin.aspx

Mulai dari undangannya

Lihat template yang bisa Anda pakai hari ini, lalu coba isi dengan nama Anda berdua.

Lihat template